
Masih Ada 1.200 Penyintas ODHA di Yogyakarta, Ini Upaya Dinkes
- YOGYA, Jogjaaja.com - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat, jumlah penyintas ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) di wilayah sedikitnya mencapai 1.200 orang.P
Home
YOGYA, Jogjaaja.com - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mencatat, jumlah penyintas ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) di wilayah sedikitnya mencapai 1.200 orang.
Penanganan terhadap ODHA dipastikan berjalan dengan optimal dengan melakukan pemeriksaan berkala guna mencegah penularan kian meluas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mengatakan, penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) sangat erat kaitannya dengan tuberkulosis (TB). Apabila seseorang terinfeksi HIV, dia juga rentan terserang TB. Maka dari itu, pemeriksaan terhadap status kesehatan dua penyakit itu penting untuk mencegah penularan.
- Masih Ada 1.200 Penyintas ODHA di Yogyakarta, Ini Upaya Dinkes
- Tim Gama Inmain Juara Geosinindo Geosynthetic Application Challenge (GGAC) 2021
- Tiga Hal ini Harus Dipersiapkan Pemula Sebelum Ikuti Maybank Marathon Anywhere
Beberapa waktu lalu, Dinkes juga telah memusatkan pemeriksaan TB kepada sejumlah warga di Kota Jogja. Sejumlah kampung yang padat penduduk dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan mobil keliling berdasarkan wilayah kemantren. Menurut Emma, testing TB bisa mengantisipasi jika terjadi paparan dan menyetop penularan.
"Kita lakukan lima kali setiap Sabtu, pemeriksaan HIV ke TB, dan sebaliknya. Sudah dilaksanakan sejak dua minggu lalu, kemudian Sabtu ini launching, sebagai peringatan hari HIV/AIDS sedunia," kata Emma, Rabu (1/12/21).
Emma menjelaskan, potensi penyebaran HIV/AIDS di Kota Yogyakarta hanya terpusat di sejumlah kemantren saja dan tidak merata di seluruh penjuru wilayah. Oleh sebab itu, beberapa wilayah yang dinilai rawan terjadi penularan, menjadi sasaran dalam melakukan pemeriksaan.
"Ada di wilayah-wilayah tertentu, tidak semuanya. Tapi, penderita HIV/AIDS kan bukan melulu karena perilakunya, sehingga harus kita bantu, baik pengobatan, dan menekan stigma yang muncul dari masyarakat," ungkapnya.
Stigma yang melekat kepada penyintas ODHA juga masih sulit dihapus di masyarakat. Pihaknya berharap ada kemauan pula dari penyintas untuk memeriksakan status kesehatannya sendiri guna mencegah tingkat risiko penularan kepada orang lain.
"Penyakit ini memang masih sensitif, meski kita punya pemeriksaan mobile juga itu, misal di Gedongtengen sering kita lakukan pemeriksaan untuk PSK (Pekerja Seks Komersial di Pasar Kembang). Kebanyakan itu pendatang, tapi tetap kami tangani jika terdeteksi HIV/AIDS," kata Emma.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu menyebut, penyintas ODHA yang sejumlah 1.200 orang itu dipastikan terpantau dan tertangani dengan optimal. Pihaknya juga rutin melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan para penyintas.
"Kita ada pemberian terapi antiretroviral (ARV) secara rutin melalui empat rumah sakit dan empat Puskesmas. Selalu kami dorong supaya rutin berobat, karena itu demi keselamatannya. Insyaallah sejauh ini bisa tertangani," ujarnya.
- 6 Drama Korea Terbaru, Tayang Desember 2021
- Honda DBL 2021 Seri Yogyakarta Resmi Diadakan
- Sempat Diprotes Akibat Adegan Tak Pantas Drakor Young Lady and Gentleman Malah Peringat Atas, Berikut Link Episode 1-8
Pihaknya berharap para penyintas ODHA di Kota Yogyakarta tidak patah semangat saat mengetahui status kesehatannya berkaitan dengan HIV/AIDS. Sebab, tertular penyakit itu bulan akhir dari segalanya dan penyintas masih bisa tetap berkarya dan menjalani hidup normal seperti masyarakat lainnya.
"Untuk ODHA ini kita juga ada program pemberian terapi profilaksis TB, karena mereka sangat rentan penyakit terutama TB. Jadi, kita lakukan skrining jika dia tidak terpapar diberi profilaksis," kata Endang. (anz)
